Beet mungkin jenis sayur yang kalah populer dibanding jenis sayur lainnya yang bisa dengan mudah dibeli di warung sayur terdekat. Tapi buat Anda yang mengalami masalah anemia atau kurang darah, coba konsumsi beet deh.
Rasanya memang getir di lidah jika dikonsumsi dalam keadaan segar. Oleh karena itu beet bisa dikonsumsi bersama makanan lain untuk mengalihkan perhatian Anda dari kegetiran. Kqkqkq. Salah satunya ini nih: Getuk beet. Gampang banget kok bikinnya. Karna saya tau penderita anemia biasanya jd lemes dan males ngapa2in. Memang kalo mau praktis tinggal telan suplemen zat besi. Tapi buat Anda yg mau agak repot dikit, coba resep yg satu ini:
Bahan:
Singkong (1/2 kg)
1 beet root
Cara masak:
Kukus singkong. Setelah matang, tekan2 dengan garpu. Campur dengan parutan beet. Warnanya bakalan jd cakep banget.pinky-magenta kayak gini:
Setelah itu kalo saya trus dibentuk bulet2 utk sekali hap.
Pengen tau lebih lanjut mengenai khasiat beet? Silakan djbaca di sini:
http://www.m.webmd.boots.com/a-to-z-guides/beetroot-benefits?page=1n
Saturday, May 3, 2014
Friday, May 2, 2014
Suara.com : Pendatang Baru dengan Informasi Terkini
Derasnya
arus informasi melalui internet memercepat pertumbuhan pengguna Internet
di Indonesia hingga 22%, yaitu dari 62 juta di tahun 2012 menjadi 74,57 juta di
tahun 2013. Bahkan lembaga riset MarkPlus
Insight memrediksi jumlah pengguna Internet di Indonesia akan mencapai 100 juta
jiwa pada 2015. Para “netizen” atau pengguna internet menghabiskan waktu lebih
dari tiga jam per hari di dunia maya meningkat dari 24,2 juta di 2012 menjadi
31,7 juta orang di 2013. Tingginya angka netizen di Indonesia menjadi pasar potensial
bagi bisnis online termasuk portal berita.
PT Mata Media Nusantara menangkap
peluang besar ini dengan meluncurkan Suara.com pada 11 Maret 2014. Sebagai pendatang baru di industri portal berita online
Indonesia, Suara.com selalu
menyajikan informasi terkini mengenai berita nasional, internasional, olahraga,
bola, gaya
hidup, hiburan, otomotif, teknologi dan multimedia. Memang seperti yang disampaikan Yan
Gunawan, sang Pemimpin Redaksi di sini, Suara.com tidak mencari kejayaan
(glory) tetapi memiliki visi melayani masyarakat, melayani komunitas, tetapi
setidaknya Suara.com tetap perlu berada di urutan pertama halaman google
untuk kata kunci “suara” mengingat sebelumnya sudah ada portal berita yang
lebih dulu menggunakan kata “suara” sebagai bagian dari mereknya.
Karena keberadaan Suara.com
bertujuan untuk melayani masyarakat Indonesia,
maka tagline Suara.com yang saya usulkan adalah
Suara.com : Warta Terpercaya bagi Indonesia
TAMPILAN
Kesan pertama saat membuka Suara.com adalah
tampilannya yang ramai dengan gambar dengan warna terang yang dominan, terutama
merah. Bagi saya pribadi, tampilan dengan warna saling kontras seperti ini
tidak terlalu nyaman dipandang. Ruang untuk perbaikan lainnya adalah judul Headline
berita yang tak langsung terpampang sehingga membuat pengunjung perlu scroll
down terlebih dahulu. Alangkah lebih menyenangkan jika ketika pertama kali
membuka layer langsung terlihat beberapa headline terpopuler. Meskipun
begitu, penempatan menu kanal yang terpampang jelas memanjang ke samping sudah
memudahkan pengunjung untuk memilih kanal mana yang diminati. Tampilan iklan pun tidak mengganggu content situs.
![]() |
| sumber: www.suara.com |
TEMUKAN DIFERENSIASI, TINGKATKAN POSISI
Setelah beberapa kali mengunjungi Suara.com, saya
agak kesulitan menemukan diferensiasi pada situs berita ini padahal
diferensiasi diperlukan untuk tetap berada di top of mind para netizen
di tengah persaingan yang ketat di industri portal berita online. Untuk
menjaring pengunjung Suara.com memang perlu mengikuti langkah para pendahulunya,
misalnya dengan mengiklankan berita yang sedang banyak dibicarakan di social
media. Bahkan bila perlu, Suara.com bisa menganalisa siapa yang paling
banyak mengunjungi situsnya sejak situs ini diluncurkan. Dari pemetaan
demografi pengunjung dipadu dengan popular tag yang menunjukkan
tingkatan topik berita yang paling sering dibaca, Suara.com dapat memilah mana
saja berita yang mestinya paling sering diiklankan dan siapa target pasar
utamanya. Adanya tampilan popular tag dan related tag yang
ditampilkan di bagian kiri memang ide yang bagus untuk memancing pengunjung
situs untuk membaca halaman lain. Saran saya, ukuran font untuk popular
tag dan related tag sedikit lebih kecil dibanding font isi
berita.
![]() |
| Sumber: www.suara.com |
Mengingat banyak netizen mengakses informasi
melalui smartphone, maka aplikasi mobile berbasis android juga
bisa menjadi langkah taktis untuk menjaring pengunjung ke situs. Yan Gunawan
selaku pemimping redaksi yang sepak terjangnya di dunia aplikasi mobile pasti
bisa dengan mudah mewujudkannya. Satu lagi yang tak kalah penting dalam rangka
meningkatkan interaksi dengan pengunjung, selain dengan update status
berupa tautan berita di facebook dan twitter, Suara.com juga perlu membuat kanal
khusus berjudul “FORUM” yang menyuarakan aspirasi para pengunjungnya.
KECEPATAN BERAKSI
Menurut situs www.alexa.com yang lebih pandai dibanding
saya dalam mengulik situs, kecepatan akses Suara.com masih tergolong lambat (slow).
Padahal faktor kecepatan di era digital tak bisa ditawar lagi. Kecepatan ini
bisa ditingkatkan lagi dengan mengurangi tampilan gambar di halaman depan (home)
yang sepertinya terlalu banyak memajang gambar dari tiap sub kanal. Kalau pun
gambar memang perlu ditampilkan, ukurannya bisa diperkecil. Ukuran gambar yang
besar selain cenderung memerlambat juga membuat pengunjung kewalahan. Ukuran slide
show pun bisa diperkecil.
![]() |
| Sumber: www.alexa.com |
SARAN BAGI
KANAL
- KANAL
“NEWS”
Pada kanal
“News” terdapat empat sub kanal, yaitu nasional, internasional, sport dan
metropolitan. Tampilan menu sub kanal yang tak hanya menunjukkan sub kanal
tetapi juga berita terpopuler juga menjadi kekuatan bagi Suara.com.
![]() |
| Sumber: www.suara.com |
Sub kanal
“Sport” suatu hari harus berdiri sendiri menjadi kanal baru “Olahraga” yang sehingga
mampu mengamodasi berita-berita olahraga per cabang yang paling populer.
- KANAL
“BOLA”
Kanal ini
membuat saya terkesan dengan adanya 10 sub kanal yang sudah pasti memuaskan
para penggila bola, yaitu sub kanal Liga Inggris, Liga Italia, Liga Indonesia, Liga
Spanyol, Timnas, Sepakbola Dunia, Jadwal, Klasemen, Bolatainment dan Top Skor. Sebagai
media yang berniat melayani masyarakat, khususnya Indonesia,
Suara.com memberi 2 sub kanal khusus yang mengupas sepakbola Indonesia, yaitu Liga Indonesia dan Timnas. Perhatian
pengunjung Suara.com ke kanal Bola sudah bisa dimulai dari halaman home dengan
menyajikan skor terkini, menggantikan banner bertuliskan “Panasnya Liga
Spanyol” yang menurut saya kurang efektif.
![]() |
| Sumber: www.suara.com |
- KANAL
“BISNIS”
Pada kanal
“Bisnis” memang telah ada sub kanal “Inspiratif”. Namun jika memunginkan bisa
ditambah lagi sub kanal “UKM” yang mengupas usaha kecil menengah yang layak
menjadi inspirasi. Apalagi Indonesia
masih memerlukan lebih banyak lagi wirausahawan yang menggerakkan roda
perekonomian. Pada sub kanal UKM ini para pengunjung juga bisa diberi ruang
untuk memaparkan secara singkat profil UKMnya. Dengan begitu diharapkan traffic
pengunjung pun kian meningkat.
- KANAL
“LIFESTYLE”
Kanal
Lifestyle terdiri dari sub kanal Male, Female, Love&Sex,
Health, Food & Travel dan Komunitas. Pada kanal ini sorotan saya tertuju pada sub kanal Komunitas
yang menurut saya belum menemukan identitas dirinya. Kategori ini akan lebih
menarik jika diisi dengan pembahasan mengenai komunitas-komunitas yang berada
di Indonesia. Keberadaan Suara.com dapat sekaligus menjadi media untuk
menyuarakan aspirasi dan komunikasi aktivitas komunitas tematik, terutama yang mengajak perubahan menuju Indonesia
yang lebih baik.
- KANAL “YOUR
SAY”
Awalnya saya mengira kanal “Your Say” ada hubungannya dengan nama Suara.com, yaitu kanal yang berisi forum diskusi untuk menyuarakan aspirasi bagi para pengunjung Suara.com. Ternyata beberapa berita di kanal ini juga bertema kuliner dan wisata sehingga agak tumpang tindih dengan sub kanal Food & Travel yang sudah ada di kanal “Lifestyle”. Ketidakjelasan persepsi yang ditangkap pengunjung dapat diantisipasi dengan memberi keterangan singkat ketika cursor mengarah ke Kanal “Your Say”, misalnya “Baca “Suara” Anda ”. Setelah memasuki kanal tersebut, tambahan deskripsi mengenai profil kanal juga akan membantu pengunjung memahami di mana ia berada. Jika memang “Your Say” adalah ruang bagi citizen journalism, maka tempatkan tombol “Submit Artikel Anda” di tempat yang jelas dan dapat terlihat.
Awalnya saya mengira kanal “Your Say” ada hubungannya dengan nama Suara.com, yaitu kanal yang berisi forum diskusi untuk menyuarakan aspirasi bagi para pengunjung Suara.com. Ternyata beberapa berita di kanal ini juga bertema kuliner dan wisata sehingga agak tumpang tindih dengan sub kanal Food & Travel yang sudah ada di kanal “Lifestyle”. Ketidakjelasan persepsi yang ditangkap pengunjung dapat diantisipasi dengan memberi keterangan singkat ketika cursor mengarah ke Kanal “Your Say”, misalnya “Baca “Suara” Anda ”. Setelah memasuki kanal tersebut, tambahan deskripsi mengenai profil kanal juga akan membantu pengunjung memahami di mana ia berada. Jika memang “Your Say” adalah ruang bagi citizen journalism, maka tempatkan tombol “Submit Artikel Anda” di tempat yang jelas dan dapat terlihat.
Secara
keseluruhan, Suara.com mampu menyajikan berita teraktual secara meyakinkan, tak
hanya berupa teks tetapi juga didukung gambar dan video. Judul tiap artikel juga sangat
menarik pengunjung untuk membaca lebih lanjut isi artikel. Saya yakin kompetensi di bidang
jurnalistik para kru Suara.com dibarengi dengan integritas untuk menyampaikan
fakta bukan sekedar opini pribadi. Besar harapan saya Suara.com terus mewujudkan
visinya dalam melayani masyarakat Indonesia dengan berita yang tak
hanya terkini tapi juga terpercaya.
Referensi:
www.suara.com
www.suara.com
http://www.the-marketeers.com/archives/Indonesia Internet Users.html
www.alexa.com
Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diadakan Suara.com di bit.ly/LombaSuaradotcom …
<div id="fb-root"></div> <script>(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script>
<div class="fb-post" data-href="https://www.facebook.com/suaradotcom/posts/675268892534211" data-width="466"><div class="fb-xfbml-parse-ignore"><a href="https://www.facebook.com/suaradotcom/posts/675268892534211">Post</a> by <a href="https://www.facebook.com/suaradotcom">Suaradotcom</a>.</div></div>
Adhya Utami Larasati
ada lomba review&tagline di @suaradotcom loh @MasNovanJogja @ianaholic @MohammadGenta ikutan yuk! cek http://bit.ly/LombaSuaradotcom …
Tuesday, April 29, 2014
TB Bisa Disembuhkan Bila Disiplin dalam Pengobatan
Tak perlu bertanya pada google apakah
TB bisa disembuhkan karena dalam diri saya pun bisa ditemukan jawabannya. Waktu
kecil saya divonis menderita TB paru-paru oleh dokter spesialis paru. Setelah
setahun menjalani pengobatan dengan meminum puyer racikan sesuai anjuran dokter,
alhamdulillah bisa sembuh. Presiden
RI ke 3, B.J. Habibie, seperti
yang diceritakan dalam film Habibie-Ainun pun pernah menderita TB tulang
pada saat menempuh pendidikan di Jerman, namun akhirnya juga sembuh dan masih
terus berkarya hingga kini.
APAKAH TB?
“TB” adalah kependekan dari tuberculosis, yaitu penyakit menular yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TB menyebar melalui
udara, ketika penderita TB batuk, berbicara, tertawa, bernyanyi atau bersin. Selain
menyerang paru-paru, TB juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti
ginjal, otak dan tulang. Seseorang yang terinfeksi TB akan menunjukkan
gejala-gejala berikut ini:
-
Batuk
berdahak selama 2-3 minggu atau lebih.
-
Batuk
dapat diikuti gejala tambahan:
o Dahak bercampur darah
o Batuk darah
o Sesak nafas
o Badan lemas
o Nafsu makan menurun
o Berat badan menurun
o
Malaise
o
Berkeringat
di malam hari tanpa kegiatan fisik
o
Demam
meriang lebih dari 1 bulan
Untuk memastikan
seseorang betul-betul terinfeksi TB, atau jika seseorang tinggal bersama
penderita TB, serangkaian proses pemeriksaan perlu dilakukan, seperti pemeriksaan
dahak mikroskopis, tes darah, tes mantoux di kulit, roentgen di lembaga penyedia layanan kesehatan yang terpercaya.
Sebagai
negara yang berada di peringkat 4 dunia untuk kasus penyakit TB setelah India,
China dan Afrika Selatan, Indonesia memang memiliki tantangan di bidang
kesehatan yang cukup serius. Setiap tahun di Indonesia terdapat 460.000 kasus
baru dengan 67.000 pasien meninggal, atau sekitar 186 orang per hari hari.
Tingginya kasus TB di Indonesia selain karena iklim tropis yang memungingkan
bakteri berkembang biak dengan subur juga disebabkan oleh mitos yang beredar di
masyarakat yang minim akses informasi bahwa TB adalah kutukan sehingga
penderitanya harus dikucilkan. Padahal pasien TB seharusnya diarahkan, bahkan
bila perlu diawasi agar berobat dengan disiplin karena TB sejatinya bisa
disembuhkan.
PENGOBATAN TB
Berdasarkan Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis yang diterbitkan
tahun 2011, pengobatan TB dilaksanakan dengan prinsip-prinsip berikut ini:
- Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dalam dosis tepat dan jumlah yang cukup sesuai dengan kategori pengobatan. Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi).
- Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dalam dosis tepat dan jumlah yang cukup sesuai dengan kategori pengobatan. Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi).
- Pemakaian OAT-Kombinasi
Dosis Tetap (OAT-KDT) lebih menguntungkan dan
sangat dianjurkan.
- Untuk menjamin kepatuhan
pasien menelan obat, dilakukan pengawasan langsung (DOT = Directly Observed
Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO).
- Pengobatan TB diberikan
dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif dan lanjutan.
Tahap awal (intensif)
o Pada tahap intensif
(awal) pasien mendapat obat setiap hari dan perlu diawasi secara langsung untuk
mencegah terjadinya resistensi obat.
o Bila pengobatan tahap
intensif tersebut diberikan secara tepat, biasanya pasien menjadi tidak menular
dalam kurun waktu 2 minggu.
o Sebagian besar pasien
TB BTA positif menjadi BTA negatif (konversi) dalam 2 bulan.
Tahap Lanjutan
o Pada tahap lanjutan
pasien mendapat jenis obat lebih sedikit, namun dalam jangka waktu yang lebih
lama
o Tahap lanjutan penting
untuk membunuh kuman persister sehingga mencegah terjadinya kekambuhan
Contoh ilustrasi:
Contoh ilustrasi:
![]() | ||
| sumber: Buku Saku Kader Program Penanggulangan TB | 2009 |
Pengobatan tiap orang bisa berbeda tergantung kategori kondisi
masing-masing pasien yang ditentukan dari hasil pemeriksaan. Dokter ahli akan memberikan resep obat bagi tiap pasien sesuai kategori TB yang diderita. Pasien juga perlu menyampaikan kondisinya pada dokter, terutama jika
pasien tersebut sedang hamil atau menyusui, menggunakan alat kontrasepsi
tertentu, menderita diabetes, memiliki keluhan di liver dan atau ginjal, serta
kondisi-kondisi relevan lainnya.
KUNCI SUKSES SEMBUH TB
Dalam buku Change Anything, sumber pengaruh pertama dan utama dalam perubahan kondisi menjadi lebih baik adalah MOTIVASI PRIBADI, dalam konteks penyembuhan TB adalah motivasi pasien TB untuk sembuh total.
Tantangan terbesar dalam pengobatan adalah: meminum obat secara rutin dan disiplin bisa jadi tidak nyaman dan membosankan. Maka sebelum memulai 5 taktik berikut ini pasien perlu menerima kondisinya terlebih dahulu dan belajar menyintai obat yang ia benci:
1. Kunjungi masa depan yang telah ditetapkan
Pasien TB perlu membayangkan betapa menyenangkannya kondisi saat ia SUDAH sembuh total, misalnya menjadi lebih produktif, bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta, melakukan hobi yang ditekuni tanpa halangan lagi. Menurut saya reward berupa uang bagi pasien yang berhasil sembuh TB tak lebih berharga dibanding banyaknya hal-hal indah yang dapat mereka nikmati jika sehat dan hidup lebih produktif.
2. Ceritakan seluruh kisah secara gamblang
Gunakan jenis bahasa yang gamblang dan tajam untuk melukiskan kemungkinan apa yang akan terjadi jika pasien melakukan pengobatan TB dengan disiplin, contohnya "Jika sudah sembuh, saya bisa tidur sekamar dengan istri saya lagi. Jika sudah sembuh, saya akan melakukan hobi ekstrim saya lagi."
3. Gunakan kata-kata yang memiliki nilai
Pilih kata-kata yang akan digunakan untuk menggambarkan perilaku vital, alasan ingin sembuh, prinsip apa yang dipertahankan, kualitas apa yang dipegang. Contoh:
"Saya disiplin meminum obat sesuai anjuran dokter hingga betul-betul sembuh, karena saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengupayakan indahnya kehidupan."
4. Jadikan sebagai permainan
Anggap langkah pengobatan yang dijalani setiap hari sebagai permainan dengan tiga unsur penting:
- waktu yang terbatas (contoh: menetapkan waktu dalam mengonsumsi obat,misalnya minum obat tiap kali selesai makan siang),
- tantangan kecil (contoh: konsumsi obat sesuai anjuran dokter, makan buah 2x sehari, makan sayur 3x sehari)
- skor (contoh: angka penambahan berat badan)
Ketiga unsur tersebut dapat mengubah kekhawatiran pasien terhadap kesehatan jangka panjangnya menjadi permainan yang memikat dan memotivasi.
5. Buat pernyataan motivasi pribadi
Keempat langkah sebelumnya perlu dituliskan oleh tiap pasien, yang bisa selalu dibaca untuk mengubah perasaannya menjadi lebih baik ketika ia membutuhkannya.
Sayangnya banyak penderita TB setelah merasa kondisinya membaik malah menghentikan pengobatan padahal seharusnya tetap dilakukan hingga masa pengobatan berakhir, yaitu setelah 6 bulan hingga 9 bulan, tergantung kondisi pasien. Kelalaian seperti ini menyebabkan kuman yang berada di tubuh mereka menjadi kebal terhadap obat, khususnya Rifampisin dan Isoniazid atau yang sering disebut Multi Drug Resistance (MDR). Untuk penderita TB yang kebal terhadap obat diperlukan pengobatan dengan tingkatan yang lebih tinggi, dengan jumlah obat yang lebih banyak, waktu penyembuhan yang lebih panjang, serta efek samping yang lebih kuat. Waktu penyembuhan untuk TB jenis MDR ini adalah 2 tahun.
![]() |
| Sumber: Buku "Change Anything" (Kerry Pettersen et.al, 2011) |
Tantangan terbesar dalam pengobatan adalah: meminum obat secara rutin dan disiplin bisa jadi tidak nyaman dan membosankan. Maka sebelum memulai 5 taktik berikut ini pasien perlu menerima kondisinya terlebih dahulu dan belajar menyintai obat yang ia benci:
1. Kunjungi masa depan yang telah ditetapkan
Pasien TB perlu membayangkan betapa menyenangkannya kondisi saat ia SUDAH sembuh total, misalnya menjadi lebih produktif, bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta, melakukan hobi yang ditekuni tanpa halangan lagi. Menurut saya reward berupa uang bagi pasien yang berhasil sembuh TB tak lebih berharga dibanding banyaknya hal-hal indah yang dapat mereka nikmati jika sehat dan hidup lebih produktif.
2. Ceritakan seluruh kisah secara gamblang
Gunakan jenis bahasa yang gamblang dan tajam untuk melukiskan kemungkinan apa yang akan terjadi jika pasien melakukan pengobatan TB dengan disiplin, contohnya "Jika sudah sembuh, saya bisa tidur sekamar dengan istri saya lagi. Jika sudah sembuh, saya akan melakukan hobi ekstrim saya lagi."
3. Gunakan kata-kata yang memiliki nilai
Pilih kata-kata yang akan digunakan untuk menggambarkan perilaku vital, alasan ingin sembuh, prinsip apa yang dipertahankan, kualitas apa yang dipegang. Contoh:
"Saya disiplin meminum obat sesuai anjuran dokter hingga betul-betul sembuh, karena saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengupayakan indahnya kehidupan."
4. Jadikan sebagai permainan
Anggap langkah pengobatan yang dijalani setiap hari sebagai permainan dengan tiga unsur penting:
- waktu yang terbatas (contoh: menetapkan waktu dalam mengonsumsi obat,misalnya minum obat tiap kali selesai makan siang),
- tantangan kecil (contoh: konsumsi obat sesuai anjuran dokter, makan buah 2x sehari, makan sayur 3x sehari)
- skor (contoh: angka penambahan berat badan)
Ketiga unsur tersebut dapat mengubah kekhawatiran pasien terhadap kesehatan jangka panjangnya menjadi permainan yang memikat dan memotivasi.
5. Buat pernyataan motivasi pribadi
Keempat langkah sebelumnya perlu dituliskan oleh tiap pasien, yang bisa selalu dibaca untuk mengubah perasaannya menjadi lebih baik ketika ia membutuhkannya.
Sayangnya banyak penderita TB setelah merasa kondisinya membaik malah menghentikan pengobatan padahal seharusnya tetap dilakukan hingga masa pengobatan berakhir, yaitu setelah 6 bulan hingga 9 bulan, tergantung kondisi pasien. Kelalaian seperti ini menyebabkan kuman yang berada di tubuh mereka menjadi kebal terhadap obat, khususnya Rifampisin dan Isoniazid atau yang sering disebut Multi Drug Resistance (MDR). Untuk penderita TB yang kebal terhadap obat diperlukan pengobatan dengan tingkatan yang lebih tinggi, dengan jumlah obat yang lebih banyak, waktu penyembuhan yang lebih panjang, serta efek samping yang lebih kuat. Waktu penyembuhan untuk TB jenis MDR ini adalah 2 tahun.
Oleh
karena itu, siapa pun yang merasa mengalami gejala-gejala seperti tersebut di
atas, perlu memeriksakan diri ke dokter di pusat pelayanan kesehatan yang
terpercaya. Pengobatan TB sesungguhnya adalah upaya yang bukan hanya bertujuan
untuk menyembuhkan pasien dan mencegah kematian tetapi juga mencegah penyakit
tersebut kambuh, memutus rantai penularan di masyarakat dan mencegah kuman
menjadi kebal terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Kabar baiknya, pemerintah Indonesia telah menyediakan obat-obatan ini di tiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) GRATIS. Yang tak kalah penting, penderita TB juga perlu meningkatkan kesehatan dirinya dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang, seperti sayur dan buah segar, kacang-kacangan, lauk pauk hewani dan nabati, bahkan bila perlu vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C.
Kabar baiknya, pemerintah Indonesia telah menyediakan obat-obatan ini di tiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) GRATIS. Yang tak kalah penting, penderita TB juga perlu meningkatkan kesehatan dirinya dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang, seperti sayur dan buah segar, kacang-kacangan, lauk pauk hewani dan nabati, bahkan bila perlu vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C.
![]() |
| Sumber: dari sini |
MARI BASMI TB
Berbagai upaya
dan program pengendalian TB di Indonesia
telah dilakukan dengan hasil 800 ribu penderita berhasil diselamatkan dari
kematian dan 2,1 juta pasien TB disembuhkan hingga tahun 2013. Agar jumlah
penderita TB semakin menurun, pemerintah melalui Departemen Kesehatan dapat
membuat iklan di media untuk meyakinkan bahwa penyakit TB bisa disembuhkan
khususnya melalui media televisi yang menjangkau audiens paling banyak.
Penekanan isi iklan tersebut berupa testimoni dari mantan para penderita
TB, terutama para figur publik yang sudah sembuh. Acara berupa talkshow rutin
yang dihadiri dokter ahli yang membahas seputar TB juga akan semakin mengupas
masalah kesehatan yang satu ini dengan lebih komprehensif. Apalagi jika dalam
acara tersebut disisipi sesi tanya jawab dengan para penonton.
Selain upaya-upaya di atas, dukungan masyarakat pun sangat penting dengan cara turut menemukan penderita TB, menyebarkan informasi mengenai pentingnya pengobatan, serta memberi semangat pada orang-orang di sekitarnya yang sedang menjalani pengobatan agar selalu disiplin. Bagi Anda yang masih sehat, terus jaga kesehatan kita dengan cara makan makanan yang bergizi seimbang, rajin berolahraga dan selalu putuskan untuk berbahagia. Pada jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Karena mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat lahir dan batin adalah tugas kita bersama, maka bagikan informasi mengenai TB ini kepada kerabat dan sahabat. Untuk memeroleh informasi lebih detail mengenai TB, silakan mengakses:
Web : www.tbindonesia.or.id
Facebook : Stop TBIndonesia
Twitter : @TBIndonesia
Referensi:
- Buku Saku Kader Program Penanggulangan TB 2009, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis 2011, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Kerry Patterson, Joseph Grenny, David Maxfield, Ron McMillan, Al Switzler. Change Anything: Ilmu Baru untuk Meraih Kesuksesan (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2013)
- www.tbindonesia.or.id
- www.depkes.go.id
- http://www.cdc.gov/tb/topic/treatment/ltbi.htm
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog di http://blog.tbindonesia.or.id/
Referensi:
- Buku Saku Kader Program Penanggulangan TB 2009, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis 2011, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Kerry Patterson, Joseph Grenny, David Maxfield, Ron McMillan, Al Switzler. Change Anything: Ilmu Baru untuk Meraih Kesuksesan (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2013)
- www.tbindonesia.or.id
- www.depkes.go.id
- http://www.cdc.gov/tb/topic/treatment/ltbi.htm
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog di http://blog.tbindonesia.or.id/
Sunday, April 27, 2014
Mie Aceh Di Bandung
Meskipun saya lahir dan tumbuh besar di Jogja tapi entah kenapa setelah merantau ke Bandung yang saya kangenin terus malah Mie Aceh, bukan Gudeg Jogja. Mungkin lidah saya bosan dengan rasa manis yang kerap saya cecap dari masakan khas Jogja lalu mencari suasana baru dengan rasa pedas penuh sensasi. Beberapa warung Mie Aceh yang bisa ditemukan di google sudah saya coba temukan di dunia maya. Berikut ini rangkumannya:
1. Cie Rasa Loom
Sepertinya ini mie aceh paling hits di google yang terkenal karna kelezatannya. Saya sempat coba Cie Rasa Loom yg di jl.Cilaki sebelum menyambangi pusatnya di Jl.Buah Batu. Sayangnya cabang Cilaki sudah tutup karena sepertinya sepi pengunjung. Bukan karna ngga enak tapi kurang jeli memilih lokasi. Dengan bayar Rp 11.000 (akhir 2013) saya udah puas banget dengan mie aceh plus daging. Bumbunya mantep banget. Di sini penggemar acar bawang merah seperti suami saya boleh minta ekstra acar tanpa harus bayar lagi.
2. Dapur Aceh
Dulu Dapur Aceh berjualan di 2 tempat: di jl.Bengawan dan jl.Brigjend Katamso. Sekarang cabang jl.Bengawan sudah tutup. Dapur Aceh ini favorit suami saya karena di sini bumbunya paling mantep menurut dia, dan tentu saja karena di Dapur Aceh boleh nambah acar bawang merah gratis. Kqkqkq. Kalo saya sih ngga terlalu suka beli di sini karna ngga ada opsi untuk mie aceh + sayur aja tanpa daging. Bukannya saya vegetarian sih.. Tapi sebagai pelaku foodcombining (yg kadang disiplin kadang enggak),saya selalu usahakan ngga makan karbohidrat bareng protein hewani. Di sini porsi mie aceh paling murah harganya Rp 16.000 per porsi,dengan daging kambing atau sapi.
3. Sigli Jaya
Warung Sigli Jaya berada di kawasan mahasiswa, tepatnya di jl.Tubagus Ismail, sekitar 50 m dari pasar Simpang Dago. Warungnya hanya buka malam dan yang paling mengesankan dari warung ini adalah: cuma dikelola 1 orang pria. Dia yang masak, dia yang cuci piring, dia juga yang jadi kasir. Mungkin karena itu pula dia bisa efisiensi biaya demi menekan harga. Dengan Rp 10.000 udah kenyang dengan mie aceh tanpa daging. Meski multitasking, sang koki stay cool banget lo. Padahal dia punya 2 dapur: di depan buat masak menu yang dimasak dengan wajan seperti mie aceh & nasi goreng sedangkan dapur belakang untuk masak menu seperti martabak, roti cane dan minuman. Sayangnya karna bukanya cuma malam dan menurut suami bumbunya kurang mantep, jadi kami kayaknya bakal jarang ke sini.
4. Gampoeng Aceh
Selain Cie Rasa Loom, Gampoeng aceh yg berada di Jl.Dagk (bawah) juga buka 24 jam. Ini warung masakan aceh paling luas di Bandung, setidaknya yang pernah saya datangi. Menurut saya rasanya ngga istimewa, nggak sampe bikin saya pengen balik lagi. Apalagi harganya paling mahal dibanding mie aceh lain yang pernah saya coba. Mungkin karna lokasinya yang strategis menyebabkan harga sewa lahan lebih mahal, jadi konsekuensinya harga jual ngga terlalu kompetitif. Hihihi. Analisisnya sok tau banget.
5. Peucan Biluy (kalo ngga salah ini namanya)
Jika sedang beredar di daerah Antapani, Peucan Biluy jadi pilihan kami. Berada di ruko yang cukup bersih di Jalan Terusan Jakarta dan harganya murah. Hehehe. Sayangnya di sini ngga ada acar bawang merah favorit suami saya dan tanpa kripik melinjo seperti warung mie aceh lainnya. Rasanya sih lumayan enak kok. Waktu itu saya iseng nyoba mie tumis pakai cumi tapi ternyata cuminya kecil2 dan dapetnya sedikit.
6. Waroeng Atjeh
Ini dia warung mie aceh yang terakhir kami coba dan ngga bikin kapok buat balik lagi. Letaknya di utara GOR Saparua. bentuknya paling warung di antara yang lain dengan harga sama murahnya dengan Sigli Jaya. Bedanya dia udah buka sejak pagi dan rasanya pun mnurut saya uenak. Setidaknya ada tujuan baru yang lebih dekat daripada jauh-jauh ke Cie Rasa Loom di Buah Batu.
Semua penjual mie aceh di atas juga menjual masakan aceh lainnya seperti nasi goreng aceh, martabak, roti cane, teh tarik, tapi kayaknya cuma Gampoeng Aceh yang varian mienya paling banyak dan jual "ayam tangkap" juga. Untuk menu ya g satu ini saya sih belum tertarik nyoba.
1. Cie Rasa Loom
Sepertinya ini mie aceh paling hits di google yang terkenal karna kelezatannya. Saya sempat coba Cie Rasa Loom yg di jl.Cilaki sebelum menyambangi pusatnya di Jl.Buah Batu. Sayangnya cabang Cilaki sudah tutup karena sepertinya sepi pengunjung. Bukan karna ngga enak tapi kurang jeli memilih lokasi. Dengan bayar Rp 11.000 (akhir 2013) saya udah puas banget dengan mie aceh plus daging. Bumbunya mantep banget. Di sini penggemar acar bawang merah seperti suami saya boleh minta ekstra acar tanpa harus bayar lagi.
2. Dapur Aceh
Dulu Dapur Aceh berjualan di 2 tempat: di jl.Bengawan dan jl.Brigjend Katamso. Sekarang cabang jl.Bengawan sudah tutup. Dapur Aceh ini favorit suami saya karena di sini bumbunya paling mantep menurut dia, dan tentu saja karena di Dapur Aceh boleh nambah acar bawang merah gratis. Kqkqkq. Kalo saya sih ngga terlalu suka beli di sini karna ngga ada opsi untuk mie aceh + sayur aja tanpa daging. Bukannya saya vegetarian sih.. Tapi sebagai pelaku foodcombining (yg kadang disiplin kadang enggak),saya selalu usahakan ngga makan karbohidrat bareng protein hewani. Di sini porsi mie aceh paling murah harganya Rp 16.000 per porsi,dengan daging kambing atau sapi.
3. Sigli Jaya
Warung Sigli Jaya berada di kawasan mahasiswa, tepatnya di jl.Tubagus Ismail, sekitar 50 m dari pasar Simpang Dago. Warungnya hanya buka malam dan yang paling mengesankan dari warung ini adalah: cuma dikelola 1 orang pria. Dia yang masak, dia yang cuci piring, dia juga yang jadi kasir. Mungkin karena itu pula dia bisa efisiensi biaya demi menekan harga. Dengan Rp 10.000 udah kenyang dengan mie aceh tanpa daging. Meski multitasking, sang koki stay cool banget lo. Padahal dia punya 2 dapur: di depan buat masak menu yang dimasak dengan wajan seperti mie aceh & nasi goreng sedangkan dapur belakang untuk masak menu seperti martabak, roti cane dan minuman. Sayangnya karna bukanya cuma malam dan menurut suami bumbunya kurang mantep, jadi kami kayaknya bakal jarang ke sini.
4. Gampoeng Aceh
Selain Cie Rasa Loom, Gampoeng aceh yg berada di Jl.Dagk (bawah) juga buka 24 jam. Ini warung masakan aceh paling luas di Bandung, setidaknya yang pernah saya datangi. Menurut saya rasanya ngga istimewa, nggak sampe bikin saya pengen balik lagi. Apalagi harganya paling mahal dibanding mie aceh lain yang pernah saya coba. Mungkin karna lokasinya yang strategis menyebabkan harga sewa lahan lebih mahal, jadi konsekuensinya harga jual ngga terlalu kompetitif. Hihihi. Analisisnya sok tau banget.
5. Peucan Biluy (kalo ngga salah ini namanya)
Jika sedang beredar di daerah Antapani, Peucan Biluy jadi pilihan kami. Berada di ruko yang cukup bersih di Jalan Terusan Jakarta dan harganya murah. Hehehe. Sayangnya di sini ngga ada acar bawang merah favorit suami saya dan tanpa kripik melinjo seperti warung mie aceh lainnya. Rasanya sih lumayan enak kok. Waktu itu saya iseng nyoba mie tumis pakai cumi tapi ternyata cuminya kecil2 dan dapetnya sedikit.
6. Waroeng Atjeh
Ini dia warung mie aceh yang terakhir kami coba dan ngga bikin kapok buat balik lagi. Letaknya di utara GOR Saparua. bentuknya paling warung di antara yang lain dengan harga sama murahnya dengan Sigli Jaya. Bedanya dia udah buka sejak pagi dan rasanya pun mnurut saya uenak. Setidaknya ada tujuan baru yang lebih dekat daripada jauh-jauh ke Cie Rasa Loom di Buah Batu.
Semua penjual mie aceh di atas juga menjual masakan aceh lainnya seperti nasi goreng aceh, martabak, roti cane, teh tarik, tapi kayaknya cuma Gampoeng Aceh yang varian mienya paling banyak dan jual "ayam tangkap" juga. Untuk menu ya g satu ini saya sih belum tertarik nyoba.
Tuesday, April 22, 2014
Pempek: dari Palembang hingga Jogja
Ini dia yang saya tunggu dari Palembang selain suami yang pulang dari dinas: Pempek Beringin asli Palembang. Tadinya merek pempek Palembang yang saya tau cuma si Candy karna yang paling sering dibawa mertua saya kalo beliau mengajar di Palembang. Saya ngga ngerti apakah pempek ini ada kaitannya dengan partai berwarna kuning bergambar pohon beringin, tapi yang jelas di kemasannya sih ngga ada lambang pohon beringinnya :p
Pempek yang bisa dibawa pulang dengan kemasan kardus ini harga satuannya Rp 3.500, jadi per kardus isi 20 harganya Rp70.000. Sebelum masuk kardus, pempek Beringin dimasukkan ke dalam plastik kemudian divakum supaya ngga cepet basi. Dalam kemasan yang dibeli suai saya isinya ada 3 macam: pempek isi telor (semacam kapal selam dalam ukuran yg lebih kecil) , pempek bulat dan lenjer semuanya ENAK tentu saja. Apalagi kalo dicocol sama kuah cukanya yg pedes banget (menurut lidah saya).
Di Bandung saya pernah menjajal 4 merk pempek: Pempek yang saya beli di Jl.Rama (lupa namanya, kayaknya "Anugrah" tapi bukan Pempek "Rama") lebih enak dari Pempek Sekeloa (Jl.Dipati Ukur) dan Pempek Bang Rico (depan Bandung Electronic Center). Tapi soal harga, pempek Sekeloa dan Bang Rico lebih ramah di kantong. Pempek yang baru saja saya coba kemarin adalah Pempek Ogan (Jl. Arcamanik Endah no.4) tapi tetep ngga ngalahin enaknya pempek yang di jalan Rama.
Monday, April 21, 2014
Perayaan Hari Kartini di Rumah Bermain Padi
Akhirnya hari yang dinanti tiba: Perayaan Hari Kartini seperti yang saya duga sebelumnya bakalan nggak biasa. Sesampainya di sekolah langsung kagum sama kostum-kostum yang dipakai anak-anak. Betapa kreatifnya para orang tua dan anak2. Ada yang bikin kostum robot dari bekas kotak susu UHT, ada yang bikin kostum ksatria dari bungkus bekas mie instan, baju princess dari bungkus popok sekali pakai (tapi popoknya ga ikutan ye. hehehe.) dan yang paling berkesan buat saya adanya kostum gatot kaca di antara mereka. Anak-anak diminta memeragakan busana daur ulang yang mereka pakai di catwalk dan tiap orang tua diminta menjelaskan mengenai kostum tersebut. Terlihat wajah bangga para orang tua dan anak atas hasil karya mereka. Orang tua yang punya uang bakalan dengan mudah membelikan (atau menyewakan) kostum apa saja untuk anaknya. Tapi orang tua yang mau meluangkan waktu akan mengasah otak kanannya bersama anak-anak dan menghasilkan karya yang membanggakan dan layak dikenang.
Tadinya saya ngga berharap banyak Almira mau memakai kostum daur ulang buatan kami bersama. Tapi ternyata dia pede juga menampilkannya di catwalk setelah melihat teman-temannya menampilkan busana mereka. Sepertinya perayaan hari Kartini di sekolah Almira tahun ini sekaligus untuk memeringati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April :D
Meskipun saya tak harus bangun pagi-pagi untuk mengantarkan Almira ke salon untuk menyewa baju adat dan berdandan, toh saya tetep kudu masak bandros dulu untuk dijual di sekolahnya. Selain peragaan busana, anak-anak juga akan menjual makanan/minuman sehat hasil masakan ibunya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak berjualan, berhitung, melayani pembeli sekaligus di waktu yang lain merasakan berada di posisi pembeli juga. Tak hanya menjual bandros, Almira juga menjual thiwul buatan saya. Pada saat acara bazar sepertinya Almira belum terlalu ngeh sama mekanisme jual-beli dan hanya fokus.. MAKAN! :))
Yang paling saya suka dari perayaan kartini di sekolah Almira adalah... ngga ada satu pun anak-anak yang didandani dengan make up ala orang dewasa. Yeaayy!!!
Tadinya saya ngga berharap banyak Almira mau memakai kostum daur ulang buatan kami bersama. Tapi ternyata dia pede juga menampilkannya di catwalk setelah melihat teman-temannya menampilkan busana mereka. Sepertinya perayaan hari Kartini di sekolah Almira tahun ini sekaligus untuk memeringati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April :D
Meskipun saya tak harus bangun pagi-pagi untuk mengantarkan Almira ke salon untuk menyewa baju adat dan berdandan, toh saya tetep kudu masak bandros dulu untuk dijual di sekolahnya. Selain peragaan busana, anak-anak juga akan menjual makanan/minuman sehat hasil masakan ibunya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak berjualan, berhitung, melayani pembeli sekaligus di waktu yang lain merasakan berada di posisi pembeli juga. Tak hanya menjual bandros, Almira juga menjual thiwul buatan saya. Pada saat acara bazar sepertinya Almira belum terlalu ngeh sama mekanisme jual-beli dan hanya fokus.. MAKAN! :))
Yang paling saya suka dari perayaan kartini di sekolah Almira adalah... ngga ada satu pun anak-anak yang didandani dengan make up ala orang dewasa. Yeaayy!!!
Saturday, April 19, 2014
Kostum Daur Ulang untuk Almira
Waktu baca pengumuman ini di sekolah Almira rasanya seneng dan excited banget.
Seneng karna sekolah Almira bikin acara yg ngga mainstream: fashion show dengwn pakaian & aksesori hasil daur ulang. Biasanya kan acara kartinian di sekolah diperingati dengan memakai baju adat. Bukannya saya ngga nasionalis, tapi nyewa baju adat itu artinya kudu nyewa ke salon dan bersaing dengan ibu2 lainnya supaya kebagian. Kalo ngga kebagian jadi kudu beli :D saya juga excited karna selama 3 taun belakangan ini saya selalu ngumpulin wadah plastik berupa botol air mineral, cangkir plastik bekas wadah yoghurt dan sedotan.
Kata ayahnya Almira sih "biasa aja. Konsepnya compang camping gitu ya?" dengan ekspresi datar. Ngga ngaruh sih komentar beliau karena anaknya bilang "bagus" dengan ekspresi senang. Moga-moga tanggal 21 April besok dia ngga malu pakai di sekolah. hihihi.
Btw.. Bagusnya kostum ini dikasih judul apa ya?
Seneng karna sekolah Almira bikin acara yg ngga mainstream: fashion show dengwn pakaian & aksesori hasil daur ulang. Biasanya kan acara kartinian di sekolah diperingati dengan memakai baju adat. Bukannya saya ngga nasionalis, tapi nyewa baju adat itu artinya kudu nyewa ke salon dan bersaing dengan ibu2 lainnya supaya kebagian. Kalo ngga kebagian jadi kudu beli :D saya juga excited karna selama 3 taun belakangan ini saya selalu ngumpulin wadah plastik berupa botol air mineral, cangkir plastik bekas wadah yoghurt dan sedotan.
Ngumpulin sampe dapet segini banyaknya bukan tanpa alasan. Saya selalu teringat kenangan masa kecil saya ketika SD. Waktu itu oleh guru kami diminta bikin kerajinan tangan dari barang bekas. Dari kotak bekas korek api yang sebelumnya selalu ibu kumpulkan,saya membuat maket rumah. Dalam perjalanan dengan bis dari rumah ke sekolah, orang-orang melihat maket saya itu dengan tarkesima. Saya pun bangga sekali karna itu hasil kolaborasi saya dan ibu saya.
Jadi proyek kostum daur ulang buat Almira adalah sebuah proyek nostalgia :D
Konsepnya sih agak absurd. Yang penting memanfaatkan barang bekas yg sudah ada di rumah. Termasuk.. Daster bekas saya yg udah sobek di bagian samping, yg udah berkali2 dijait pun tetep sobek lagi. Daster itu saya potong jadi sepanjang lutut Almira. Daster itu kemudian dihias dengan potongan2 plastik dari cup bekas wadah yoghurt. Almira juga ikut bantu motong lo.
Pengennya bikin kostum yang bakal bisa kepake terus sampai Almira pra-ABG. Jadi nanti ngga perlu bikin-bikin lagi kalo ada acara pesta kostum dari bahan daur ulang :D
Begini lah penampakannya: Kata ayahnya Almira sih "biasa aja. Konsepnya compang camping gitu ya?" dengan ekspresi datar. Ngga ngaruh sih komentar beliau karena anaknya bilang "bagus" dengan ekspresi senang. Moga-moga tanggal 21 April besok dia ngga malu pakai di sekolah. hihihi.
Untuk melengkapi kostum ini, saya juga bikin bando dari dasar botol yang dipotong dan dibentuk jadi bunga plus bunga dengan ukuran yang lebih kecil dari kain perca. Selain itu saya juga bikin tas tenteng kecil yang terbuat dari keranjang bekas telur ayam kampung yang dihias dengan kain hasil potongan daster dan ditambah rumbai-rumbai dari potongan cup yoghurt. Talinya juga diambil dari potongan kain yang kemudian dikepang.
Untuk seluruh kostum Almira ini saya hanya mengeluarkan uang Rp 1.000 untuk beli bando hitamnya. Selebihnya tinggal pakai yang sudah ada di rumah. horeee.. kostum murah meriah.meskipun biasa aja kata ayahnya Almira tapi kalo tau modalnya cuma segitu dia pasti suka :D
Btw.. Bagusnya kostum ini dikasih judul apa ya?
Subscribe to:
Posts (Atom)














